Senin, 2 November 2026 Facebook Twitter Instagram YouTube
TERKINI
IklanIklan Kopi Nusantara
Olahraga

Cara Memilih Raket Bulu Tangkis yang Tepat untuk Pemula

Oleh · 1 jam yang lalu · 0 komentar
cara memilih raket bulu tangkis

Penulis: Tim Olahraga ShazamForPCApp
Tanggal: 13 Oktober 2026

Jakarta, ShazamForPCApp — Salah memilih raket adalah kesalahan paling umum yang dilakukan pemula bulu tangkis. Raket yang terlalu berat atau terlalu kaku bisa membuat pukulan tidak bertenaga, teknik sulit berkembang, bahkan meningkatkan risiko cedera pada bahu dan pergelangan tangan. Kabar baiknya, memilih raket yang tepat tidak serumit kelihatannya — Anda hanya perlu memahami lima faktor utama berikut ini.

Pada artikel ini, kami akan membahas cara memilih raket bulu tangkis pemula secara mendalam — dari konsep dasarnya hingga langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan.

Jika Anda benar-benar baru mengenal olahraga ini, baca juga Panduan Memulai Bulu Tangkis untuk Pemula agar pemahaman dasar permainan Anda ikut terbangun.

1. Berat Raket: Pilih yang Ringan Dulu

Berat raket bulu tangkis dinyatakan dengan kode “U”. Semakin besar angkanya, semakin ringan raketnya:

  • 3U: sekitar 85–89 gram — umum dipakai pemain menengah ke atas
  • 4U: sekitar 80–84 gram — paling disarankan untuk pemula
  • 5U: sekitar 75–79 gram — sangat ringan, cocok untuk anak-anak atau pemula bertenaga kecil

Berat di atas adalah berat rangka tanpa senar dan grip. Bagi pemula, raket 4U umumnya menjadi titik tengah yang ideal: cukup ringan untuk diayun cepat, tetapi masih memberi rasa “menggigit” saat memukul kok. Raket yang terlalu berat memaksa lengan bekerja lebih keras dan membuat gerakan pergelangan tangan — yang justru menjadi kunci pukulan bulu tangkis — menjadi kaku.

2. Titik Keseimbangan (Balance Point): Cari yang Seimbang

Titik keseimbangan menentukan di mana bobot raket terasa terpusat, dan dibagi menjadi tiga jenis:

  • Head heavy (berat di kepala): tenaga smash lebih besar, tetapi ayunan terasa lambat dan sulit dikontrol. Umumnya cocok untuk pemain bertipe menyerang yang sudah berpengalaman.
  • Even balance (seimbang): distribusi bobot merata antara kepala dan gagang. Inilah pilihan paling aman untuk pemula karena serbaguna untuk smash, drive, maupun permainan net.
  • Head light (ringan di kepala): ayunan cepat dan kontrol baik, tetapi tenaga pukulan lebih kecil. Cocok untuk pemain bertahan.

Cara mengeceknya sederhana: letakkan batang raket di atas jari telunjuk secara horizontal, lalu geser hingga raket seimbang. Jika jari Anda berada di tengah-tengah, raket tersebut termasuk even balance.

3. Kelenturan Batang (Shaft): Lentur Lebih Ramah untuk Pemula

Batang raket tersedia dalam tingkat kelenturan flexible (lentur), medium, hingga stiff/extra stiff (kaku). Batang yang lentur membantu “melempar” kok dengan ayunan yang lebih lambat, sehingga pemula bisa menghasilkan pukulan bertenaga tanpa ayunan yang sangat cepat. Sebaliknya, batang kaku menuntut kecepatan ayunan tinggi dan teknik yang presisi — sesuatu yang umumnya baru dimiliki pemain berpengalaman.

Aturan praktisnya: jika ayunan Anda belum cepat dan tenaga masih terbatas, pilih shaft flexible atau medium.

Video: “CARA MUDAH MEMILIH RAKET YANG COCOK ||| SMASH NETTING ENAK” — CHANNEL RAHIM. Tutorial visual tentang cara memilih raket badminton yang sesuai kebutuhan, termasuk tips agar smash dan netting lebih enak.

4. Ukuran Grip: Sesuaikan dengan Tangan Anda

Ukuran pegangan (grip) ditandai kode “G” — semakin besar angkanya, semakin kecil lingkar gagangnya. Raket yang beredar di Indonesia umumnya berukuran G4 atau G5, dengan G5 sedikit lebih kecil dan populer di Asia.

Cara mengecek kecocokan: genggam raket seperti berjabat tangan. Idealnya ada celah selebar satu jari telunjuk di antara ujung jari dan pangkal ibu jari Anda. Grip yang terlalu besar membuat pergelangan sulit bermanuver, sedangkan yang terlalu kecil membuat raket mudah terlepas — keduanya bisa diatasi sebagian dengan menambah atau mengurangi lilitan overgrip, tetapi memulai dari ukuran yang pas tetap lebih baik.

5. Tarikan Senar: Jangan Terlalu Kencang

Saat memasang senar, Anda akan ditanya soal tarikan (dalam satuan lbs). Untuk pemula, tarikan ideal umumnya sekitar 18–22 lbs. Prinsipnya:

  • Tarikan rendah → daya pantul (repulsion) lebih besar, kok melesat lebih jauh dengan tenaga kecil. Cocok untuk pemula.
  • Tarikan tinggi → kontrol dan akurasi arah lebih baik, tetapi menuntut tenaga dan teknik ayunan yang kuat.

Pemula yang memaksakan tarikan 25 lbs ke atas umumnya justru kesulitan memukul jauh dan cepat lelah. Naikkan tarikan secara bertahap seiring teknik dan kekuatan lengan Anda berkembang.

6. Material dan Budget: Sesuaikan dengan Kantong

Raket pemula umumnya terbuat dari aluminium atau campuran grafit. Raket full grafit/carbon lebih ringan dan responsif, tetapi harganya lebih tinggi. Anda tidak perlu langsung membeli raket mahal — raket di kisaran harga terjangkau dengan spesifikasi 4U, even balance, dan shaft lentur sudah lebih dari cukup untuk 6–12 bulan pertama latihan rutin. Fokuskan budget pada sepatu dan kok yang baik, karena keduanya sama pentingnya.

Kesalahan Umum yang Sebaiknya Dihindari

  1. Membeli raket pemain profesional hanya karena idola memakainya. Spesifikasi raket atlet pro (berat, kaku, tarikan tinggi) justru menyiksa pemula.
  2. Memilih head heavy untuk “smash keras” padahal teknik smash belum terbentuk — hasilnya pukulan lambat dan bahu cepat pegal.
  3. Tarikan senar terlalu tinggi demi gengsi, padahal kok jadi sulit melambung jauh.
  4. Tidak mencoba langsung — selalu ayunkan raket di toko sebelum membeli untuk merasakan bobot dan kelenturannya.

Memilih raket yang tepat adalah investasi kecil dengan dampak besar pada kenikmatan bermain Anda. Mulailah dari yang ringan, lentur, dan seimbang — dan seperti para atlet yang tampil di turnamen besar, termasuk Aldila Sutjiadi yang melaju ke semifinal China Open 2026, teknik yang benar selalu lebih menentukan daripada harga peralatan.

Dengan memahami cara memilih raket bulu tangkis pemula dengan baik, Anda dapat menghindari kesalahan umum dan memperoleh hasil yang lebih optimal.

Cara memilih raket bulu tangkis: FAQ

Agar tidak salah langkah, pelajari cara memilih raket bulu tangkis dari berbagai sumber tepercaya sebelum memutuskan. Informasi yang akurat tentang cara memilih raket bulu tangkis akan menghemat waktu dan biaya Anda.

Berapa berat raket yang ideal untuk pemula?
Umumnya raket berkode 4U (sekitar 80–84 gram) paling disarankan untuk pemula dewasa karena ringan diayun namun tetap stabil saat memukul.

Apa arti head heavy, even balance, dan head light?
Itu adalah jenis titik keseimbangan raket. Head heavy berat di kepala (kuat untuk smash), even balance seimbang (serbaguna, cocok untuk pemula), dan head light ringan di kepala (cepat dan mudah dikontrol).

Berapa tarikan senar yang cocok untuk pemula?
Sekitar 18–22 lbs. Tarikan ini memberi daya pantul yang baik sehingga kok mudah melambung jauh tanpa tenaga berlebih.

Kapan pemula sebaiknya ganti ke raket yang lebih berat/kaku?
Umumnya setelah 6–12 bulan latihan rutin, ketika ayunan sudah cepat, teknik pukulan sudah stabil, dan raket lama mulai terasa “kurang bertenaga”.

Itulah panduan lengkap seputar cara memilih raket bulu tangkis pemula. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

IklanIklan SehatPlus
IklanIklan MotoGahar X150